MACI PUSAT

Berita, Aktifitas, informasi kegiatan Motor Antique Club Indonesia

INFORMASI TERBARU AGENDA MACI

RAKERNAS MACI - Dilaksanakan pada hari Sabtu - Minggu tanggal 14-15 Feb 2009 di Hotel Silverwin - Telaga Sarangan - Magetan (Mohon Pemberitahuan ini dianggap sebagai Undangan)

Pengurus Pusat Motor Antique Club Indonesia

Sekretariat MACI PUSAT - Jl.Wonoagung no 19, Surabaya Telp 031-5674067, Fax 031-5674067 HP : 081553443244 Email = maci_pusat@yahoo.com

-------

Bikers Srikandi dari Bandung

Emansipasi wanita ternyata tidak hanya terdapat dalam dunia pendidikan atau dunia profesi tetapi di dunia hobby juga terdapat emansipasi yang sangat kental. Kami salut dengan tekat dan keberanian Bikers wanita asal Bandung yang telah mengikuti acara semarang. Tete Krisna ini menempuh perjalanan dari Bandung ke Semarang hanya dengan waktu 9 Jam , Biker Srikandi ini berangkat tanggal 17 Oktober 2008,...Wah Luar biasa Bikers Srikandi Kita Salut....Teh Krisna sampai ketemu di acara2 Maci berikutnya salam buat rekan - rekan Bikers Bandung. Tak Kalah menarik Brother kita Pak Heni beliau adalah sekretaris Pemudis juga merangkap Sebagai sekretaris II Maci Pusat, ini pas Admin ketemu beliau di Kudus lagi Istirahat,trus dia minta untuk difoto dan di posting disini ok Brother Peace.....(Tidak Boleh jatuh cinta dengan "teteh" ya Bang....he...he

Mas Yanto beraksi di atas bemo

Ini bukan Baje Bajuri atau film Taxi tapi ini sosok Ketua II MACI PUSAT, beliau lagi beraksi diatas bemo roda III, " Mau dibeli ta mas?" buat koleksi, atau kalu boleh anterin kita ke tangerang kan sebentar lagi akan ada acara ultah saudara kita di tangerang, ok peace mas.....

STOP PRESS : Bagi Brother sekalian terima kasih masukannya di blogspot ini kami menerima segala bentuk foto dan sedikit keterangan untuk dapat kami muat di sini, rekan - rekan Pemudis atau seluruh Maci di seluruh Indonesia silahkan dikirim ke maci_pusat@yahoo.com Insya Allah kami akan muat seluruh berita kegiatan atau apapun untuk mepererat tali persaudaraan antar club MOTOR ANTIQUE INDONESIA ""Peace Brother forever riding""

Halal Bihalal MACI PUSAT

Surabaya 5 Oktober 2008 - Lebih dari 120 undangan menghadiri acara yang digelar oleh Maci Pusat,acara yang diselenggarakan oleh pengurus MACI PUSAT berlangsung sangat meriah.

“Kami berusaha untuk meng-agendakan acara ini setiap tahunnya,dan memang malam ini acara halal bihalal yang diadakan pertama kali selama periode kepengurusan Maci Pusat” penjelasan mas Yanto wakil ketua Maci Pusat . Acara dilaksanakan di sekretariat Maci Pusat jl. Wonoagung no 19 Surabaya.

Memang tidak ada acara khusus, acara ini dikemas sederhana, dan yang menarik adalah pembagian “door price” ada sekitar 9 door price yang dibagikan kepada undangan dengan cara di lot seperti arisan. Door Price utama jatuh kepada Bapak Wariyok Amak sebagai ketua Maci Pusat, sebuah handphone.

“Ke depan kami akan merencanakan untuk membuat acara wing day yang akan dilaksanakan di minggu kedua November 2008 bersamaan dengan ulang tahun “Bajak Laut Klaten”info Pak Amak. “Acara wing day sendiri akan dilaksanakan di pantai Baron – Jogjakarta dan Peserta akan Mendapatkan emblem sebagai bukti bahwa dia berhasil melaksanakan atau melewati rute pantai Baron, dan seandainya emblem tersebut sisa maka akan dibakar di lokasi, jadi emblem ini benar-benar akan di berikan seandainya peserta dapat melaksanakannya” Imbuh Pak Amak.

Lentera Jiwa


Banyak yang bertanya mengapa saya mengundurkan diri sebagai pemimpin
Redaksi Metro TV. Memang sulit bagi saya untuk meyakinkan setiap orang
Yang bertanya bahwa saya keluar bukan karena pecah kongsi dengan Surya
Paloh, bukan karena sedang marah atau bukan dalam situasi yang tidak
Menyenangkan. Mungkin terasa aneh pada posisi yang tinggi, dengan
Power yang luar biasa sebagai pimpinan sebuah stasiun televisi berita,
Tiba-tiba saya mengundurkan diri.

Dalam perjalanan hidup Dan karir, dua kali saya mengambil keputusan
Sulit. Pertama, ketika saya tamat STM. Saya tidak mengambil peluang
Beasiswa ke IKIP Padang. Saya lebih memilih untuk melanjutkan ke
Sekolah Tinggi Publisistik di Jakarta walau harus menanggung sendiri
Beban uang kuliah. Kedua, ya itu tadi, ketika saya memutuskan untuk
Mengundurkan diri dari Metro TV.

Dalam satu seminar, Rhenald Khasali, penulis buku Change yang saya
Kagumi, sembari bergurau di depan ratusan hadirin mencoba menganalisa
Mengapa saya keluar dari Metro TV. Andy ibarat ikan di dalam kolam.
Ikannya terus membesar sehingga kolamnya menjadi kekecilan. Ikan
Tersebut terpaksa harus mencari kolam yang lebih besar.

Saya tidak tahu apakah pandangan Rhenald benar. Tapi, jujur saja,
Sejak lama saya memang sudah ingin mengundurkan diri dari Metro TV.
Persisnya ketika saya membaca sebuah buku kecil berjudul Who Move My
Cheese.Bagi Anda yang belum baca, buku ini bercerita tentang dua
Kurcaci. Mereka hidup dalam sebuah labirin yang sarat dengan keju.
Kurcaci yang satu selalu berpikiran suatu Hari kelak keju di tempat
Mereka tinggal akan habis. Karena itu, dia selalu menjaga stamina Dan
Kesadarannya agar jika keju di situ habis, dia dalam kondisi siap
Mencari keju di tempat lain. Sebaliknya, kurcaci yang kedua, begitu
Yakin sampai kiamat pun persediaan keju tidak akan pernah habis.

Singkat cerita, suatu Hari keju habis. Kurcaci pertama mengajak
Sahabatnya untuk meninggalkan tempat itu guna mencari keju di tempat
Lain. Sang sahabat menolak. Dia yakin keju itu hanya dipindahkan oleh
Seseorang Dan nanti suatu Hari pasti akan dikembalikan. Karena itu
Tidak perlu mencari keju di tempat lain. Dia sudah merasa nyaman. Maka
Dia memutuskan menunggu terus di tempat itu sampai suatu Hari keju
Yang hilang akan kembali. Apa yang terjadi, kurcaci itu menunggu Dan
Menunggu sampai kemudian mati kelaparan. Sedangkan kurcaci yang selalu
Siap tadi sudah menemukan labirin lain yang penuh keju. Bahkan jauh
Lebih banyak dibandingkan di tempat lama.

Pesan moral buku sederhana itu jelas: jangan sekali-kali Kita merasa
Nyaman di suatu tempat sehingga lupa mengembangkan diri guna
Menghadapi perubahan Dan tantangan yang lebih besar. Mereka yang tidak
Mau berubah, Dan merasa sudah nyaman di suatu posisi, biasanya akan
Mati digilas waktu.

Setelah membaca buku itu, entah mengapa Ada dorongan luar biasa yang
Menghentak-hentak di dalam dada. Ada gairah yang luar biasa yang
Mendorong saya untuk keluar dari Metro TV. Keluar dari labirin yang
Selama ini membuat saya sangat nyaman karena setiap Hari keju itu
Sudah tersedia di depan Mata. Saya juga ingin mengikuti lentera jiwa
Saya. Memilih arah sesuai panggilan hati. Saya ingin berdiri sendiri.

Maka ketika mendengar sebuah lagu berjudul Lentera Hati yang
Dinyanyikan Nugie, hati saya melonjak-lonjak. Selain syair Dan pesan
Yang ingin disampaikan Nugie dalam lagunya itu sesuai dengan kata hati
Saya, sudah sejak lama saya ingin membagi kerisauan saya kepada banyak
Orang. Dalam perjalanan hidup saya, banyak saya jumpai orang-orang
Yang merasa tidak bahagia dengan pekerjaan mereka. Bahkan seorang
Kenalan saya, yang sudah menduduki posisi puncak di suatu perusahaan
Asuransi asing, mengaku tidak bahagia dengan pekerjaannya. Uang Dan
Jabatan ternyata tidak membuatnya bahagia. Dia merasa lentera jiwanya
Ada di ajang pertunjukkan musik. Tetapi dia takut untuk melompat.
Takut untuk memulai dari bawah. Dia merasa tidak siap jika kehidupan
Ekonominya yang sudah mapan berantakan. Maka dia menjalani sisa
Hidupnya dalam dilema itu. Dia tidak bahagia.

Ketika diminta untuk menjadi pembicara di kampus-kampus, saya juga
Menemukan banyak mahasiswa yang tidak happy dengan jurusan yang mereka
Tekuni sekarang. Ada yang mengaku waktu itu belum tahu ingin menjadi
Apa, Ada yang jujur bilang ikut-ikutan pacar (yang belakangan ternyata
Putus juga) atau Ada yang karena solider pada teman. Tetapi yang
Paling banyak mengaku jurusan yang mereka tekuni sekarang -- Dan
Membuat mereka tidak bahagia -- adalah karena mengikuti keinginan
Orangtua.

Dalam episode Lentera Jiwa (tayang Jumat 29 Dan Minggu 31 Agustus
2008), Kita dapat melihat orang-orang yang berani mengambil keputusan
Besar dalam hidup mereka. Ada Bara Patirajawane, anak diplomat Dan
Lulusan Hubungan Internasional, yang pada satu titik mengambil
keputusan drastis untuk berbelok arah dan menekuni dunia masak
memasak. Dia memilih menjadi koki. Pekerjaan yang sangat dia sukai dan
menghantarkannya sebagai salah satu pemandu acara masak-memasak di
televisi dan kini memiliki restoran sendiri. Saya sangat bahagia
dengan apa yang saya kerjakan saat ini, ujarnya. Padahal, orangtuanya
menghendaki Bara mengikuti jejak sang ayah sebagai dpilomat.

Juga ada Wahyu Aditya yang sangat bahagia dengan pilihan hatinya untuk
menggeluti bidang animasi. Bidang yang menghantarkannya mendapat
beasiswa dari British Council. Kini Adit bahkan membuka sekolah
animasi. Padahal, ayah dan ibunya lebih menghendaki anak tercinta
mereka mengikuti jejak sang ayah sebagai dokter.Simak juga bagaimana
Gde Prama memutuskan meninggalkan posisi puncak sebuah perusahaan jamu
dan jabatan komisaris di beberapa perusahaan. Konsultan manajemen dan
penulis buku ini memilih tinggal di Bali dan bekerja untuk dirinya
sendiri sebagai public speaker.

Pertanyaan yang paling hakiki adalah apa yang kita cari dalam
kehidupan yang singkat ini? Semua orang ingin bahagia. Tetapi banyak
yang tidak tahu bagaimana cara mencapainya.

Karena itu, beruntunglah mereka yang saat ini bekerja di bidang yang
dicintainya. Bidang yang membuat mereka begitu bersemangat, begitu
gembira dalam menikmati hidup. Bagi saya, bekerja itu seperti
rekreasi. Gembira terus. Nggak ada capeknya, ujar Yon Koeswoyo, salah
satu personal Koes Plus, saat bertemu saya di kantor majalah Rolling
Stone. Dalam usianya menjelang 68 tahun, Yon tampak penuh enerji.
Dinamis. Tak heran jika malam itu, saat pementasan Earthfest2008, Yon
mampu melantunkan sepuluh lagu tanpa henti. Sungguh luar biasa. Semua
karena saya mencintai pekerjaan saya. Musik adalah dunia saya. Cinta
saya. Hidup saya, katanya.

Berbahagialah mereka yang menikmati pekerjaannya. Berbahagialah mereka
yang sudah mencapai taraf bekerja adalah berekreasi. Sebab mereka
sudah menemukan lentera jiwa mereka.

BAKTI SOSIAL MAC SURABAYA



Terik matahari sore tidak mengurangi semangat untuk tetap mempertahankan puasa, ibadah yang wajib kita kerjakan, sore itu tepat matahari berada 90 derajat di ufuk Barat, tidak kurang 23 motor antique berangkat ke utara dengan tujuan Lamongan

Dahaga yang membuat kering kerongkongan tidak membuat para bikers menghentikan niatnya untuk mengemban tugas mulia, yah...segerombolan motor tua dengan tekad baja melakukan Bakti sosial di panti asuhan Lamongan .

"Memang acara ini telah lama ingin dilakukan oleh anak- anak, hanya saja selalu dengan kesibukan kita tidak pernah dapat dilaksanakan" cetus pak Henny koordinator acara juga sebagai sekretaris Pemudis-Surabaya.


" Kami sengaja memilih Lamongan karena, bakti sosialnya dapat, pahalanya dapat, juga ridingnya dapet" kelakar beliau " jadi sambil menyelam minum air "..."lagian sekarang adalah bulan penuh rahmat,jadi kami dengan tekad bulat menjalankannya"